Bersaing di Antara 27 Tim Finalis se-Indonesia, Mahasiswa Teknik Industri UPI YPTK Raih Juara 2 di Ajang LKTI Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Padang, September 2026 — Sebuah prestasi kembali lahir dari tangan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Tim yang beranggotakan Azzahra Putri Rahmadina (ketua tim), Arti Meisya Sukma, dan Reny Amanda, di bawah bimbingan Assoc. Prof. M. Ilham Adelino, SM, MT, berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah bertema “Membangun Generasi Teknik Industri yang Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas” pada 28 Juli 2026.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, dan lebih dari sekadar ajang kompetisi, capaian ini menjadi cerminan nyata bagaimana pembinaan riset dan akademik di lingkungan Teknik Industri UPI YPTK memberi dampak yang bisa dirasakan langsung oleh mahasiswanya.

Bersaing Ketat, Lolos dari 27 Tim Finalis Se-Indonesia

Perjalanan menuju gelar Juara 2 ini tidak melalui jalan pintas. Tim mahasiswa Teknik Industri UPI YPTK harus melewati tiga tahapan seleksi yang ketat, yaitu seleksi administrasi, babak penyisihan, hingga babak final, yang diikuti oleh 27 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan menembus babak final di tengah persaingan seketat ini menjadi bukti kesiapan mahasiswa Teknik Industri UPI YPTK bersaing di panggung riset tingkat nasional.

Dampak Pertama: Kemampuan Riset dan Akademik yang Terasah

Keikutsertaan dalam kompetisi karya tulis ilmiah seperti ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset secara langsung, mulai dari merumuskan gagasan, menyusun argumentasi ilmiah, hingga mempertahankan gagasan tersebut di hadapan dewan juri pada babak final. Proses ini menjadi bekal akademik yang tidak selalu bisa didapatkan hanya di ruang kelas.

Dampak Kedua: Ilmu Teknik Industri yang Benar-Benar Teraplikasi

Tema besar yang diusung dalam karya tulis ini, yaitu membangun generasi Teknik Industri yang berdaya saing global, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu keteknikan yang mereka pelajari ke dalam gagasan yang relevan dengan tantangan industri masa kini. Dengan begitu, ilmu yang didapatkan di bangku kuliah tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar diuji dan diterapkan dalam bentuk karya ilmiah yang kompetitif.

Dampak Ketiga: Jejaring Riset yang Semakin Luas

Keikutsertaan dalam kompetisi lintas kampus seperti ini turut membuka peluang memperluas jejaring (networking) riset, baik bagi dosen pembimbing maupun mahasiswa, dengan perguruan tinggi lain serta kalangan industri. Jejaring ini menjadi modal penting bagi pengembangan riset kolaboratif Teknik Industri UPI YPTK ke depannya, sejalan dengan upaya program studi memperluas jangkauan kerja sama akademik di tingkat nasional.

Peran Penting Pembinaan Dosen

Pencapaian ini juga tidak lepas dari peran bimbingan Assoc. Prof. M. Ilham Adelino, SM, MT, yang mendampingi tim mahasiswa sejak proses penyusunan gagasan hingga persiapan menghadapi babak final. Sinergi antara dosen pembimbing dan mahasiswa ini menjadi salah satu kunci keberhasilan tim dalam meraih hasil terbaik di ajang tersebut.

Wujud Nyata Kampus Berdampak

Fakultas Teknik UPI YPTK Padang menegaskan bahwa prestasi Azzahra, Arti, dan Reny ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana pembinaan riset dan akademik di lingkungan Teknik Industri UPI YPTK memberi dampak yang dapat dirasakan langsung, baik oleh mahasiswa yang semakin terasah kemampuannya, maupun oleh program studi yang semakin dikenal luas melalui jejaring dan kolaborasi lintas kampus. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus aktif berkompetisi dan berkontribusi lebih jauh bagi kemajuan keilmuan Teknik Industri.

Scroll to Top