
Padang, Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang meraih Juara 3 Lomba Karya Ilmiah Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) Zona Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau (Sumbagteng) 2026. Ajang ini digelar di Batam, Kepulauan Riau.
Ketiganya adalah Farhan Surya Fernanda, Muhammad Azri Revi, dan Adithya Yefica Putra. Mereka mengangkat gagasan sederhana namun berdampak: mengubah limbah industri yang biasa terbuang menjadi alat bantu ajar untuk siswa sekolah dasar.
Alat Peraga dari Residu Uji Tarik Baja
Karya bertajuk “3D Frame Geometric Learning Aids” ini berupa alat peraga tiga dimensi berbentuk rangka bangun ruang geometri. Alat ini dirancang membantu siswa SD memahami konsep geometri secara lebih konkret dan interaktif.
Yang membedakan karya ini adalah pilihan bahan bakunya. Tim mahasiswa tidak memakai material baru, melainkan besi residu hasil uji tarik baja dari praktikum laboratorium material sisa yang selama ini berakhir sebagai limbah padat tak terpakai. Lewat pendekatan sustainable manufacturing, limbah tersebut disulap menjadi produk bernilai fungsi sekaligus edukasi.
Tiga Tahap Produksi: Grinding, Welding, Painting
Alat peraga ini diproduksi lewat tiga tahap manufaktur: grinding (penghalusan permukaan), welding (pengelasan rangka), dan painting (pengecatan finishing). Ketiganya sekaligus menjadi penerapan nyata mata kuliah Desain Produk, Proses Manufaktur, dan Capstone Design yang dipelajari mahasiswa Teknik Industri di bangku kuliah.
Lewat proses itu, potongan besi sisa yang semula tak bernilai berubah jadi rangka geometri tiga dimensi yang kokoh, aman, dan menarik secara visual sebagai media pembelajaran di kelas.
Menjawab Empat Pilar SDGs
Karya ini dirancang menjawab empat target pembangunan berkelanjutan dunia (SDGs):
- Pendidikan Berkualitas (SDG 4) Meningkatkan pemahaman spasial siswa SD dalam belajar geometri bangun ruang, sekaligus mutu praktikum mahasiswa Teknik Industri karena selaras dengan mata kuliah Desain Produk dan Proses Manufaktur.
- Kesetaraan Gender (SDG 5) Membuka akses setara tanpa batas gender bagi mahasiswa laki-laki maupun perempuan dalam menguasai keterampilan pengelasan.
- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) Berpotensi membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru, sekaligus menambah nilai ekonomis material residu yang semula tak bernilai.
- Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (SDG 12) Mengurangi limbah laboratorium secara nyata lewat prinsip sustainable manufacturing, mengubah residu uji tarik baja jadi produk bermanfaat.

Membanggakan Almamater di Ajang Sumbagteng
Gagasan berbasis sustainable manufacturing ini menyita perhatian dewan juri dalam Konferensi IMTI Sumbagteng 2026 di Batam, hingga mengantarkan tim mahasiswa Teknik Industri UPI YPTK Padang meraih posisi Juara 3 di tingkat zona tersebut.
Pencapaian ini menjadi bukti mahasiswa Teknik Industri UPI YPTK mampu bersaing di tingkat regional lewat solusi yang aplikatif, berbasis riset, dan relevan dengan isu keberlanjutan yang jadi perhatian dunia industri.
Fakultas Teknik UPI YPTK Padang berharap prestasi ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya ilmiah yang tak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Fakultas berkomitmen mendukung dan memfasilitasi mahasiswa mengembangkan ide inovatif berbasis riset dan keberlanjutan menuju ajang kompetisi yang lebih tinggi.


