Padang, Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang menjalankan tiga Implementation Agreement (IA) sekaligus bersama Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bengkalis. Kegiatan yang digelar secara luring di Padang ini menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) kedua institusi yang diteken pada 21 Mei 2026.
Tiga IA itu mencakup penugasan reviewer jurnal, sharing session lintas kampus, dan produksi poster akademik bertema keberlanjutan. Ketiganya dirancang rampung dalam dua hari.
Sekprodi Jadi Motor Penggerak Kerja Sama
Sekretaris Program Studi Teknik Industri UPI YPTK, Ir. Meldia Fitri, S.T., M.P., didapuk sebagai koordinator utama rangkaian IA tersebut. Di tangannya, agenda dua hari itu disusun padat: mulai penandatanganan IA, sharing session, hingga penyusunan poster akademik.
Meldia menegaskan implementasi cepat pasca-MoU adalah kunci agar kerja sama tak berhenti di atas kertas. “Kerja sama ini harus langsung menghasilkan aktivitas konkret yang dirasakan dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga mendorong Prodi Teknik Industri UPI YPTK tampil sebagai mitra strategis Polbeng dalam pengembangan kurikulum, riset, dan program kolaboratif lanjutan.
IA Pertama: Dosen UPI YPTK Jadi Reviewer Jurnal Polbeng
IA pertama ditandatangani secara desk to desk antara Prodi Teknik Industri UPI YPTK dan Jurusan Teknik Mesin Polbeng. Poin utamanya: penguatan pembelajaran, pengembangan topik riset bersama, dan pertukaran pengalaman praktis di bidang teknik industri dan teknik mesin.
Sebagai realisasinya, Ir. Nanang Fatchurrohman, S.T., M.Sc., Ph.D., C.Eng., dosen Teknik Industri UPI YPTK, ditunjuk sebagai reviewer jurnal ilmiah di Jurusan Teknik Mesin Polbeng. Penunjukan ini diharapkan mendongkrak mutu naskah publikasi Polbeng lewat perspektif teknik industri dan praktik rekayasa terkini.
Kolaborasi peer review ini turut membuka peluang riset bersama dan artikel kolaboratif sejalan dengan target kedua institusi memperbanyak publikasi di jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional.
IA Kedua: Sharing Session Empat Topik Lanjutan Teknik Industri
IA kedua berwujud sharing session bertajuk Advance Topic on Industrial Engineering, menghadirkan empat pemateri dari dua kampus:
- Ir. Meldia Fitri, S.T., M.P. — Lean Manufacturing
- Alfansuri, S.T., M.Sc. — Closed Loop Supply Chain
- Ir. Mohammad Farid, S.T., M.T. — Safety
- Ir. Roberta Zulfi Surya, S.T., M.T., IPM — Sustainable Mining
Meldia memaparkan prinsip lean manufacturing untuk menekan pemborosan dan mendongkrak efisiensi proses manufaktur, lengkap dengan pengalaman implementasinya di proyek riil. Tiga pemateri lain mengupas rantai pasok tertutup, keselamatan kerja, hingga praktik pertambangan berkelanjutan.
Diskusi yang berlangsung hangat ini diharapkan melahirkan ide riset bersama sekaligus topik tugas akhir yang relevan dengan kebutuhan industri.
IA Ketiga: Poster Akademik Life Cycle Assessment
IA ketiga difokuskan pada pengembangan materi akademik lewat poster Product Life Cycle Assessment (LCA), digarap oleh Ir. Roberta Zulfi Surya, S.T., M.T., IPM dan Alfansuri, S.T., M.Sc.
Poster ini mengulas cara LCA menganalisis dampak lingkungan sebuah produk sepanjang siklus hidupnya dari pengambilan bahan baku, produksi, distribusi, penggunaan, hingga pembuangan akhir. Lewat pendekatan ini, dosen dan mahasiswa diajak menghitung jejak lingkungan produk dan mengaitkannya dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi-produksi berkelanjutan dan aksi iklim.
Komitmen Dua Institusi Berlanjut
Lewat tiga IA yang berjalan beriringan ini, Fakultas Teknik UPI YPTK dan Jurusan Teknik Mesin Polbeng menunjukkan bahwa MoU tak sekadar seremoni di atas kertas, melainkan program nyata yang berdampak bagi sivitas akademika.
Kedua institusi berharap rangkaian IA ini menjadi pintu masuk program lanjutan: pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, kuliah tamu, hingga pengembangan modul pembelajaran bersama yang berorientasi pada industri 4.0 dan agenda SDGs.


